Hai kawan Musiknisasi, musik dan politik adalah dua hal yang kerap kali bersinggungan erat, saling memengaruhi, dan menjadi cerminan kondisi sosial suatu zaman. Sepanjang sejarah, berbagai ideologi dunia telah menggunakan musik sebagai corong propaganda maupun sarana ekspresi perlawanan, tak terkecuali komunisme. Lagu-lagu dengan napas kiri atau yang menyinggung gagasan sosialisme-Marxisme sering kali lahir dari para musisi dunia. Baik dalam rangka mendukung, maupun mengkritik.
Melalui tulisan di Musiknisasi kali ini, kita akan menjelajahi 8 lagu yang secara gamblang maupun tersirat mengandung unsur atau simbolisme komunis. Pembahasan ini murni merupakan eksplorasi soal musik, mengajak kawan-kawan untuk melihat bagaimana sebuah lagu bisa mengandung muatan ideologi politik. Seperti halnya kawan-kawan membaca lagu Rebellion Rose terpopuler di tahun 2026. Berikut lagu-lagu yang mengandung unsur komunis.
Jason Ranti - Bahaya Komunis
"Terus terang aku khawatir. Dengan komunis di tanah air. Yang belakangan hidup kembali."
Lagu Bahaya Komunis karya Jason Ranti atau Jejeboy adalah sebuah satire sosial berbalut musik folk akustik yang menyentil fobia berlebihan masyarakat Indonesia terhadap isu komunisme. Lewat gaya lirik yang jenaka, absurd, namun sarat nada sarkastik, Jejeboy menceritakan kekonyolan prasangka publik yang kerap mengaitkan hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari, seperti warna merah, bentuk simbol tertentu, hingga cara berpikir kritis sebagai bentuk ancaman laten komunis. Lagu ini terdapat dalam album Akibat Pergaulan Bebas yang dirilis tahun 2017. Selain itu, Jason Ranti juga memiliki lagu tentang merdeka yang anti-mainstream.
Iksan Skuter - Bingung
"Kiri dikira komunis. Kanan di cap kapitalis. Keras dikatai fasis. Tengah dinilai tak ideologis."
Bingung karya Iksan Skuter adalah sebuah lagu folk kritis yang secara tajam memotret potret kegelisahan dan absurditas kehidupan masyarakat modern Indonesia. Lewat petikan gitar akustik yang lugas dan lirik yang blak-blakan, lagu ini menyuarakan dilema sosial, politik, dan ekonomi tempat rakyat kecil sering kali berada di posisi serba salah, maju ditindas, mundur digilas, bersuara dibungkam, diam pun tetap tergerus. Bahkan ketika memiliki pikiran yang kekiri-kirian, dianggap komunis. Lagu ini terdapat dalam album Benderang Terang yang dirilis pada tahun 2016.
NOFX - The Marxist Brother
"I left the hybrid at home. I scored an extremely rare. Signed copy of The Communist Manifesto."
The Marxist Brother karya NOFX adalah lagu punk satire yang menyentil fenomena kalangan intelektual yang vokal mengagungkan ideologi Kiri, namun hidupnya jauh dari realitas kelas pekerja yang mereka bela. Ditulis dengan sangat brilian oleh Fat Mike, lagu ini menjadi semacam kegelisahan apakah aktivis kiri benar-benar memperjuangkan kesetaraan, atau sebenarnya hanya bagian dari kaum borjuis idealis yang menikmati kenyamanan kapitalisme sambil berpura-pura menjadi revolusioner. Hal ini tercermin dalam penggunaan judul buku karya Karl Marx dan Friedrich Engels, The Communist Manifesto, yang malah dijadikan karya langka dengan nilai komersial tinggi. Lagu ini terdapat dalam EP Never Trust a Hippy yang dirilis tahun 2006.
Rage Against The Machine - People of The Sun
People of the Sun karya Rage Against the Machine (RATM) adalah sebuah tumpahan amarah politik berdurasi dua menit lebih yang menyuarakan sejarah penindasan serta perlawanan rakyat adat Meksiko hingga pergerakan Zapatista (EZLN). Vokalis RATM, Zack de la Rocha, menulis lagu ini setelah mengunjungi Chiapas pada pertengahan 1990-an. Zapatista sendiri merupakan gerakan yang bertujuan melawan globalisasi kapitalis, imperialisme ekonomi Amerika Serikat, dan menuntut kepemilikan tanah kolektif untuk rakyat adat. Meski menolak untuk diberikan label komunis, gerakan Zapatista pada dasarnya juga turut terpengaruh pemikiran Marxisme. Lagu ini terdapat dalam album Evil Empire yang dirilis tahun 1996
Crass - Bloody Revolutions
Lagu Bloody Revolutions karya band anarcho-punk Crass, memposisikan komunisme sebagai objek kritik keras yang setara dengan kapitalisme dan fasisme. Sebagai penganut anarcho-punk, Crass menolak segala bentuk otoritas negara, termasuk negara sosialis atau komunis yang lahir dari revolusi berdarah. Bagi Crass, gagasan kebebasan yang ditawarkan oleh tokoh komunis seperti Karl Marx dan Mao Zedong pada akhirnya hanya berubah menjadi bentuk penindasan baru setelah mereka berhasil merebut kekuasaan. Lagu ini dirilis dalam bentuk split single 7 inci bersama band anarcho-punk Poison Girls pada tahun 1980.
Bad Religion - Do The Paranoid Style
"Illumination and fluoridation. Are communist plots against the population."
Do The Paranoid Style karya Bad Religion adalah lagu punk rock yang secara tajam membedah kebangkitan teori konspirasi dan paranoia massal di era digital. Menurut keterangan gitaris Bad Religion Brett Gurewits yang dikutip Rolling Stones, lagu ini terinspirasi dari esai politik klasik karya Richard Hofstadter berjudul The Paranoid Style in American Politics, yang menyentil bagaimana ketakutan, kecurigaan berlebihan, dan narasi "kita melawan mereka" kerap dimanipulasi menjadi komoditas politik dan media, dalam hal ini termasuk ketakutan terhadap komunisme. Lagu ini terdapat dalam album Age of Unreason yang dirilis pada tahun 2019.
Sex Pistols - Holiday In The Sun
"Sensurround sound in a two-inch wall. Well I was waiting for the communist call."
Holidays in the Sun karya Sex Pistols adalah lagu yang memotret ironi kehidupan di era Perang Dingin dengan nada puitis, paranoid, dan penuh ledakan amarah. Lagu yang dibuka dengan derap langkah sepatu bot tentara ini menyimbolkan totalitarianisme, yang terinspirasi dari perjalanan para personel Sex Pistols ke Berlin Barat. Bukannya mendapatkan liburan santai untuk melarikan diri dari tekanan media di London, Johnny Rotten dan Sid (bukan Superman Is Dead ya) Vicious justru mendapati dirinya berhadapan langsung dengan Tembok Berlin dan atmosfer mencekam Perang Dingin. Lirik lagu ini menggambarkan situasi di mana kedua ideologi besar dunia saat itu sama-sama gagal memberikan kebebasan sejati bagi manusia. Lagu yang terdapat dalam album Never Mind the Bollocks, Here's The Sex Pistols yang dirilis tahun 1977 ini menjadi salah satu lagu dari 100 greatest guitar songs of all time menurut Rolling Stones.
The Eat - Communist Radio
Communist Radio karya grup punk rock asal Florida, The Eat, adalah salah satu rilisan single paling berpengaruh dan diburu dalam kancah DIY punk Amerika akhir 70-an menurut Alternative Tentacles Records. Lagu ini menyentil kepanikan media, propaganda politik Perang Dingin, serta paranoia sosial saat itu tanpa terkesan menggurui. Jika dilihat dari judul lagunya, lagu ini seakan menyindir bagaimana media pada zaman itu terus-menerus mencekoki masyarakat dengan propaganda politik, yang tercermin dengan penggunaan kata Communist Radio yang diulang beberapa kali.
Dari delapan lagu di atas, terlihat jelas bahwa lagu seringkali menjadi media untuk adu ideologi, baik untuk propaganda maupun untuk memberikan lirik tersirat. Kalau kamu tahu ada lagu yang mengandung unsur komunis lainnya tetapi belum masuk daftar ini, jangan ragu untuk memberi tahu kami lewat kolom komentar.

