8 Rekomendasi Lagu Punk Rock Tentang Petani

Frontman Musiknisasi
0

Hai kawan Musiknisasi, punk rock seringkali diidentikkan dengan hiruk-pikuk pemberontakan, kerasnya jalanan kota, atau perlawanan terhadap sistem pemerintahan yang korup. Namun, jika kita menggali lebih dalam, etos punk sebenarnya sangat lekat dengan perjuangan rakyat yang termarjinalkan, termasuk di dalamnya adalah petani. Di tengah bayang-bayang konflik agraria, masifnya alih fungsi lahan, hingga jerit ketidakadilan yang kerap mencekik sektor pertanian, musik punk rock medium protes yang paling lantang. 


Rekomendasi Lagu Punk Rock tentang Petani

Melalui tulisan di Musiknisasi kali ini, kita akan menelusuri bagaimana isu-isu seputar petani diterjemahkan ke dalam komposisi musik punk rock sebagai salah bentuk perayaan akan Hari Tani. Lagu-lagu ini membuktikan bahwa punk lebih dari sekadar fesyen atau tren, melainkan sebuah senjata perlawanan. Berikut adalah 8 rekomendasi lagu punk rock tentang petani yang wajib masuk ke dalam playlist anda!



Sukatani - Sukatani

Sukatani merupakan grup band musik duo bergenre punk new wave asal Purbalingga yang dibentuk pada tahun 2022. Band ini beranggotakan Alectroguy dan Twister Angel atau Ovi. Salah satu hal yang unik dari mereka adalah selalu menggunakan topeng ketika manggung, seperti halnya Slipknot. Hal tersebut bertujuan menjaga anominitas band.


Lagu Sukatani ini terdapat dalam album Gelap Gempita yang dirilis pada tahun 2023. Jika dicermati, terdapat beberapa kali pengulangan kata "Maturnuwun wong tani" yang mencerminkan rasa syukur dan penghargaan Sukatani kepada para petani.



The Gags - Petani

The Gags adalah band punk rock, atau sering kali disebut juga sebagai band anarcho-streetpunk asal Jakarta Utara yang dibentuk pada tahun 1999. Anggota band ini adalah Eghe, Aji, Joshua Core, Mely Puke, dan Stn. Khuple. The Gags terpengaruh oleh beberapa band luar negeri seperti The Casualties, The Virus dan lain sebagainya.


Lagu Petani ini terdapat dalam album Komunitas Bendera Hitam yang dirilis pada tahun 2004. Nama album tersebut sangat ikonik hingga menjadi nama sebuah komunitas punk yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, bahkan di Malaysia juga ada. Komunitas tersebut mengusung gerakan anti otoritarianisme, mengutamakan kemerdekaan, dan tidak mau terikat dengan apapun dan siapapun.


Black Rawk Dog - Nyanyian Petani

Black Rawk Dog merupakan band celtic punk asal Sidoarjo yang didirikan pada tahun 2010. Band ini diisi oleh Edrea pada vokal dan gitar akustik, Bolip pada fiddle, Adam pada whistle dan vokal, Wildan pada banjo dan backing vocal, Aril pada drum, Icang pada gitar, Amy pada bagpipe dan Emon pada bass.


Lagu Nyanyian Petani ini liriknya ditulis oleh Mang Niki dan terdapat dalam album Shamrock, Piper & Scissors! yang dirilis tahun 2025. Album ini merangkum ironi yang didapatkan para kaum pekerja namun dikemas dengan nuansa yang ceria ala celtic punk.  "Terima kasih petani atas kerjamu setiap hari".


Sixhundred Sixty Six - Petaniku Harapanku

Sixhundred Sixty Six merupakan band punk asal Tabanan, Bali. Band ini berangkat dari patriot666, sebuah distro dan studio yang terletak di Tabanan. Lagu mereka seringkali membingkai berbagai isu sosial, kisah persahabatan dan juga ketidak adilan yang terjadi dilingkungan sekitar.


Lagu Petaniku Harapanku merupakan single tahun 2024 yang diawali dengan orasi yang menyuarakan sikap para petani untuk tetap bertani. Dengan suara serak distorsi kasar gitar, lagu ini seakan menjadi penyemangat petani di tengah ketidakadilan yang dialami. "Sisingkan lengan ayunkan cangkulmu".



Petani Gila - Tractor Gila

Petani Gila merupakan band metal asal Jakarta yang diperkenalkan pada tahun 2025. Band ini beranggotakan Youngky di bass, Fikal di drum, Jimmy James di vokal, dan Goldy sebagai gitaris. Petani Gila mengusung konsep musik yang disebut Agresi Tanah Metal, sebuah perpaduan dari beberapa subgenre metal.


Lagu Tractor Gila terdapat dalam album Agresi Tanah Metal yang dirilis pada tahun 2026. Lagu ini memiliki intro yang membuat kepala terasa ingin headbang. Sekilas beberapa lagu dari band ini dikemas ala lagu-lagu Napalm Death dan Lamb of God.



Psydo Demokrasi - Petani dan Nelayan Pahlawanku

Psydo Demokrasi adalah band punk rock asal Tabanan, Bali yang dibentuk pada tahun 2007. Band ini banyak terinspirasi dari band-band punk Indonesia seperti Marjinal, Bunga Hitam hingga Sosial-Sosial. Tak heran lirik mereka juga banyak yang mengulas seputar kritik sosial, isu lingkungan, hingga ideologi.


Memiliki intro yang khas dengan vibrato gitar, lagu Petani dan Nelayan Pahlawanku yang terdapat dalam album Menciptakan Sesuatu yang Tidak Mungkin ini terasa istimewa dengan suara vokal paduan laki-laki dan perempuan. Meski dimainkan dengan tempo cepat, lagu ini sangat merepresentasikan apa yang dialami petani hari ini: "Petani dibuat tak meladang, nelayan dibuat tak berlayar".



Kendeng Squad - Berani Bertani

Kendeng Squad adalah band punk asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Band ini beranggotakan Bagus Widianto sebagai vokalis dan gitaris, Ragil sebagai bassist, dan Falah sebagai drummer. Band ini dibentuk sebagai alternatif pergerakan dalam melawan perusakan lingkungan yang terjadi di Pegunungan Kendeng yang mengancam hidup petani.


Dalam lagu ini, pengulangan lirik "bertani-bertani untuk kehidupan" seakan menularkan semangat juang para petani Kendeng kepada setiap pendengarnya. Kekuatan lagu Berani Bertani juga semakin menonjol berkat masuknya elemen suara non-musikal yang secara kontras mempertemukan tenangnya suara alam dengan bisingnya aktivitas tambang yang menyerupai ledakan. Sederhananya, Kendeng Squad menyisipkan pesan tegas bahwa kondisi lingkungan kita saat ini sedang terancam.



Daldeldol - Konflik Agraria

Daldeldol adalah merupakan band alternative rock asal Bogor yang dibentuk pada tahun 2011. Band ini beranggotakan Rega di drummer, Agree, Bogel, dan Opus di gitar, serta Gybon RC di vokal. Nama Daldeldol sendiri diambil dari kata plesetan dar der dor yang artinya bahwa dunia tidak membutuhkan kata dar der dor atau gejolak peperangan.


Lagu Konflik Agraria merupakan single yang dirilis pada tahun 2022. Jika dicermati, lirik lagu ini bercerita tentang maraknya kasus makelar tanah yang terjadi di Indonesia. Kasus tersebut membuat hak rakyat terenggut, hingga terjadi penyerobotan bahkan penggusuran. 


  • Lebih baru

    8 Rekomendasi Lagu Punk Rock Tentang Petani

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default